Sabtu, 06 April 2013

FW: Makan Bersama Keluarga Hindarkan Anak dari Risiko Bulimia

 

 

Feed: Update News
Posted on: Sunday, April 07, 2013 00:02
Author: Update News
Subject: Makan Bersama Keluarga Hindarkan Anak dari Risiko Bulimia

 

Metrotvnews.com: Makan bersama ternyata dapat mengurangi risiko gangguan makan pada anak, seperti bulimia dan anorexia. Kegiatan bersama keluarga itu pun dapat mengurangi kebiasaan merokok.

Makan bersama di meja makan tak hanya mengakrabkan anggota keluarga. Anak-anak jadi lahap makan. Mereka pun terhindar dari gangguan makan.

"Anak yang menginjak usia dewasa akan cenderung merasa risih berada dekat dengan orangtua mereka. Ketika harus makan bersama, mereka akan menyibukkan diri pada makanan mereka," ujar peneliti Barbara Fiese.

Kesehatan anak akan terjaga, jika orangtua mampu mengajak anak mereka makan bersama di meja makan tiga kali seminggu. Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti mengkaji 17 penelitian dari pola makan dan gizi yang melibatkan 200 ribu anak serta remaja.

Barbara Fiese menemukan risiko kelainan makan akan berkurang sebanyak 35 persen pada remaja yang makan setidaknya lima kali seminggu dengan orangtua mereka.

Kelainan makan itu seperi memuntahkan makanan yang sudah dimakan atau bulimia, mengonsumsi pil diet atau obat pencahar, melewatkan jam makan, makan sedikit, dan merokok untuk menurunkan berat badan.

Tiga kali makan bersama keluarga membantu remaja menurunkan risiko kelebihan berat badan sebanyak 12 persen dibanding mereka yang jarang makan bersama. Mereka juga 24 persen lebih cenderung mengonsumsi asupan bergizi dan memiliki kebiasaan makan yang baik dibanding mereka yang tidak melakukannya.

Seorang profesor dari Universitas Illinois mengatakan keluarga yang makan bersama lebih terhubung dalam komunikasi termasuk komunikasi mengenai pola makan yang buruk dan berbahaya.

"Anak dan remaja yang memiliki kelainan makan akan mudah dideteksi oleh orangtua sehingga mereka akan mengambil langkah untuk menyehatkan kembali anak mereka," ujarnya.

Makan bersama juga menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk bertukar pikiran asal orangtua tidak memaksa atau menguasai alur pembicaraan. Hal ini dapat membuat interaksi yang baik antar anggota keluarga.

Sebelumnya, peneliti Amerika menemukan bahwa anak yang tidak mengikuti waktu makan bersama keluarga lebih cenderung menjadi anak yang nakal dan mudah terjerumus dalam pergaulan bebas.(Go4)


Editor: Laela Badriyah


View article...

FW: Dahlan Siap Penuhi Panggilan Komisi VI DPR

 

 

Feed: Update News
Posted on: Saturday, April 06, 2013 23:57
Author: Update News
Subject: Dahlan Siap Penuhi Panggilan Komisi VI DPR

 

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan siap memenuhi panggilan Komisi VI DPR RI untuk membahas masalah alih daya ("outsourching") tenaga kerja kontrak di BUMN. "Senin (8/4), saya akan datang, karena Komisi VI DPR RI mitra kerja dari Kementerian BUMN," kata Dahlan usai kuliah umum di Universitas Sunan Giri, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (6/4).

"Kalau Komisi VI yang memanggil, saya usahakan untuk datang, karena Komisi VI merupakan mitra kerja Kementerian BUMN yang saya pimpin," kata Dahlan.   Namun, ia tidak akan datang bila dipanggil Komisi VII, X, XI, dan sebagainya yang tidak ada kaitan langsung dengan Kementerian BUMN.

Dalam kuliah umum itu Dahlan menegaskan, kemajuan banyak ditentukan kemauan pemimpin di segala bidang, baik pemerintahan, perusahaan, maupun universitas. "Saya sudah membuktikan di BUMN uang itu nomor 6, karena kemajuan itu lebih banyak ditentukan kemauan, kemauan, kemauan, kemauan,
kemauan, dan kemauan dari seorang pemimpin," tukas Dahlan.

Dahlan mencontohkan dirinya yang hanya anak buruh tani dan tukang kayu serabutan, bahkan pendidikannya hanya tamatan Madrasah Aliyah (MA) di Magetan. "Modal utama saya cuma menjadi aktivis, karena dengan menjadi aktivis, saya bisa kreatif dan militan. Kreatif karena terbiasa berjuang dan militan karena terbiasa bertengkar pemikiran dengan orang lain," ujarnya.

Dahlan Iskan menilai mahasiswa sekarang memiliki modal menjadi pemimpin yang lebih baik. "Kalau di zaman Orba cukup dengan 'menjilat' untuk jadi pemimpin, tapi ke depan perlu menyusun rekam jejak sebagai sosok berintegritas," kata Dahlan. (Ant)


Editor: Khudori


View article...

FW: Longsor di Ponorogo Timbun Rumah dan Mobil

 

 

Feed: Update News
Posted on: Saturday, April 06, 2013 23:57
Author: Update News
Subject: Longsor di Ponorogo Timbun Rumah dan Mobil

 

Metrotvnews.com, Ponorogo: Satu rumah dan satu mobil di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tertimbun longsor di tengah hujan hujan deras yang mengguyur wilayah itu, Sabtu (6/4).

Rumah dan mobil yang tertimbun longsor akibat runtuhnya tebing setinggi 16 meter itu adalah milik warga bernama Senun. Peristiwa tersebut sempat membuat panik pemilik rumah dan warga sekitar, karena di dalam rumah ada dua bayi kembar yang baru berumur lima hari.

Akibat runtuhnya tebing, bagian samping rumah Senun hancur dan mobil miliknya tertimbun tanah.

Peristiwa terjadi ketika hujan selama dua jam mengguyur wilayah tersebut. Tiba-tiba keluarga Senun mendengar suara gemuruh dari samping rumah mereka.

Beberapa saat kemudian tebing runtuh dan langsung menimpa dinding rumah yang yang saat itu dihuni 10 orang, termasuk dua bayi cucu Senun. Seletika seluruh penghuni rumah panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Mereka juga menyelamatkan dua bayi yang saat itu berada dalam kamar yang didingnya tertimpa longsor. Selanjutnya keluarga itu mengungsi ke rumah kerabat yang jauh dari lokasi tersebut.

Longsor juga sempat memutus jalur penghubung antardesa karena material longsor berupa tanah bercampur air memenuhi badan jalan. Warga dibantu anggota TNI lalu bergotong-royong membersihkan tanah dari badan jalan.


Editor: Patna Budi Utami


View article...

FW: Hati-hati, Tato Temporer Berisiko Bikin Kulit Melepuh

 

 

Feed: Update News
Posted on: Saturday, April 06, 2013 23:56
Author: Update News
Subject: Hati-hati, Tato Temporer Berisiko Bikin Kulit Melepuh

 

Metrotvnews.com: Tato sementara atau temporer menjadi tren belakangan ini. Namun pihak berwenang di Amerika Serikat mengingatkan hiasan tubuh sementara itu ternyata berbahaya.

Hasil riset regulator obat dan makanan AS, Food and Drug Administration (FDA) menemukan tato sementara menyebabkan kulit melepuh dan luka parut permanen.

Pada tato sementara, tinta hanya menempel di kulit. Itu berbeda dengan tato permanen yang tintanya disuntikkan ke dalam kulit.

Tinta yang umumnya digunakan untuk membuat tato adalah henna hitam. Kemungkinan, tintanya mengandung tar untuk pewarna rambut yang berisi p-phenylenediamine (PPD). Bahan yang bisa bereaksi membahayakan kulit pada sebagian orang.

Secara hukum, PPD tidak diizinkan digunakan dalam kosmetik yang dilekatkan di kulit.

Lembaga tersebut menerima laporan mengenai reaksi serius dan berlangsung terus-menerus pada orang-orang yang bertato sementara yang menggunakan tinta henna. Reaksi tersebut dapat terjadi segera atau dua hingga tiga minggu setelah tato menempel di kulit tubuh.

Beberapa kejadian yang dilaporkan ke FDA antara lain :
- Seorang anak perempuan berusia lima tahun yang lengan bawahnya berwarna merah parah sekitar dua minggu setelah bertato.

- Remaja putri berusia 17 tahun yang kulitnya menjadi merah dan gatal, kemudian mulai melepuh.

- Seorang ibu yang mengatakan punggung anak remaja perempuannya terlihat seperti terbakar, melepuh dan kasar. Dokter mengatakan bahwa anak itu akan mempunyai luka parutan sepanjang hidupnya.

FDA pun menyarankan orang-orang yang mengalami masalah dengan reaksi tato sementara segera menghubungi dokter untuk mendapatkan perawatan.


Editor: Laela Badriyah


View article...

FW: Mundurnya Hakim Nelson Preseden Buruk bagi Peradilan

 

 

Feed: Update News
Posted on: Saturday, April 06, 2013 23:55
Author: Update News
Subject: Mundurnya Hakim Nelson Preseden Buruk bagi Peradilan

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Jarang kiranya menemukan pejabat publik akibat pertentangan batin dalam pelaksanaan tugas.

 

Yaitu, Hakim Nelson Sitanggang, 49, seorang hakim tindak pidana korupsi (tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Jambi dengan golongan IV/C, resmi menyatakan mengundurkan diri dari tugasnya, Rabu (3/4).

Seperti diketahui, Nelson menangani kasus korupsi yang melibatkan bekas petinggi di Provinsi Jambi dan Lampung, yaitu Wali Kota Metro Lampung dan gubernur Jambi yang dia panggil ke meja hijau.

Alasan mundurnya sang pemberi keadilan itu akibat banyak hal bertentangan dengan hati nuraninya dalam menjalankan persidangan juga senantiasa ditekan dari lembaga sendiri saat ada laporan atas kebijakan yang dikeluarkan dalam menjalankan proses peradilan.

Sebelumnya, Sitanggang dihukum Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tinggi Jambi berupa sanksi mutasi dan menjadi hakim nonpalu di PN Jambi, artinya dia tidak boleh bersidang pengadilan.

Melihat kondisi tersebut Komisi III DPR RI angkat bicara dan geram. Pasalnya, profesi hakim haruslah ada pada posisi independen dan tanpa tekanan dari mana pun.

Sangat disayangkan, jika kemudian lembaga diatasnya seperti MA, melakukan intervensi terhadap suatu kasus yang ditangani hakim.

"Saya bisa paham kalau kemudian situasi vital bagi hakim adalah independensi, itu pun sering digadang MA. Tapi kalau melihat kasus Nelson, sepertinya MA sendiri yang mengganggu undependensi hakim," kata Anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari, Sabtu (6/4).

Mundurnya Nelson seperti menampar keadilan rakyat, dan MA sebagai lembaga yang membawahinya malah tidak memberikan dukungan kepada hakim-hakim tersebut.

"Kalau sampai mengundurkan diri, itu berarti kan mafia ini sudah sangat keterlaluan. Ini bakal jadi catatan penting Komisi III," tegas Eva. (Hafizd Mukti)


Editor: Edwin Tirani


View article...

FW: Akses Jalan Alternatif Jakarta - Tangerang Terputus

 

 

Feed: Update News
Posted on: Saturday, April 06, 2013 23:48
Author: Update News
Subject: Akses Jalan Alternatif Jakarta - Tangerang Terputus

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta, sore ini, Jalan Raya Haji Sarimun, Jakarta Barat yang menjadi jalan alternatif penghubung Jakarta-Tangerang terputus dan hanya dapat dilewati pejalan kaki.

Kendaraan roda dua maupun empat yang nekat melintas dipastikan langsung mogok, setelah mesin kendaraan terendam air yang menggenangi jalan tersebut.

Hingga sore tadi, banjir masih menggenangi Jalan Raya Haji Sarimun, Jakarta Barat dan sekitarnya. Sebagian besar pengendara dari Jakarta menuju Tangerang maupun arah sebaliknya memilih memutar dan menggunakan jalan raya utama dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
 
Selain lebih jauh, kondisi jalan raya utama dari Jakarta menuju Tangerang maupun arah sebaliknya biasanya macet total apalagi di saat jam pulang kantor.

Beberapa kendaraan khususnya kendaraan roda dua yang nekat menerobos banjir yang menggenangi jalan tersebut terlihat mogok, karena mesin kendaraan mereka terendam air.
 
Meski terendam banjir, jalan tersebut masih dapat dilalui pejalan kaki yang tetap harus waspada agar tidak terjerembab ke lubang di jalan tersebut.

meskipun hujan sudah berhenti, banjir masih menggenangi jalan raya tersebut, karena buruknya sistem drainase di wilayah tersebut.

 

Akhirnya pengendara terpaksa memilih melintas di jalan raya utama yang tentunya berimbas pada penumpukan kendaraan yang dapat mengakibatkan kemacetan.


Editor: Edwin Tirani


View article...

FW: Sekelompok Orang Bawa Kabur Mesin ATM

 

 

Feed: Update News
Posted on: Saturday, April 06, 2013 23:47
Author: Update News
Subject: Sekelompok Orang Bawa Kabur Mesin ATM

 

Metrotvnews.com, Depok: Kawanan pencuri membawa kabur sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Depok, Jawa Barat. Diduga, mesin ATM berisi uang tunai sebesar Rp250 juta.

Pencurian terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (6/4). Pelaku yang berjumlah sekitar lima orang itu memasuki bilik ATM di depan BRI di Jalan Meruyung Raya, Limo. Mereka merusak kamera pemantau CCTV, kemudian membawa kabur uang berikut mesin ATM dengan menggunakan mobil.

Kapolsek Limo Kompol Sujanto membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya tengah menyelidiki pencurian itu. Sejumlah saksi pun dimintai keterangan.

Sepanjang tahun 2013, aksi serupa telah terjadi sebanyak empat kali di Depok. Tiga peristiwa sebelumnya terjadi di Beji.


Editor: Laela Badriyah


View article...