Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

Berkat Isco, Madrid Ungguli Galatasaray [ BeritaTerkini ]

ISTANBUL, KOMPAS.com — Real Madrid unggul 1-0 atas Galatasaray pada babak pertama penyisihan Grup B Liga Champions 2013-2014 ketika bertandang ke Stadion Turk Telekom Arena, Istanbul, Selasa atau Rabu (18/9/2013) dini hari WIB. Gol El Real diciptakan oleh Isco pada menit ke-33.

Madrid harus kehilangan Iker Casillas pada awal laga. Kiper asal Spanyol tersebut mengalami cedera seusai bertabrakan dengan Sergio Ramos. Posisi Casillas kemudian digantikan oleh Diego Lopez.   

El Real mendapatkan tekanan cukup hebat dari Didier Drogba dan kawan-kawan sejak laga dimulai. Madrid terlihat kesulitan mengembangkan permainannya karena Galatasaray dengan cepat menutup pergerakan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Gawang Madrid nyaris kebobolan pada menit ke-29. Wesley Sneijder dengan cerdik berlari di belakang pemain bertahan Madrid dan berhasil menguasai bola. Pemain asal Belanda tersebut kemudian mengirimkan bola kepada Yilmaz. Namun, Sergio Ramos dengan sigap memotong umpan tersebut.

Keasyikan menyerang, Galatasaray justru kebobolan. Madrid berhasil memanfaatkan rapuhnya lini belakang tim tuan rumah setelah Isco mencetak gol pada menit ke-33.

Gol berawal dari umpan panjang Angel Di Maria yang berhasil dikuasai Isco. Begitu menguasai bola, pemain muda Spanyol tersebut mengecoh satu pemain lawan dan kemudian melepaskan tembakan keras. Bola meluncur ke sisi kanan gawang Galatasaray yang dikawal Fernando Muslera.

Galatasaray berusaha mencetak gol balasan. Namun, usaha tersebut untuk sementara tak membuahkan hasil. Pasalnya, Madrid mampu mengendalikan permainan dan melepaskan ancaman yang cukup berbahaya.

Salah satunya adalah penetrasi Ronaldo pada menit ke-45. Beruntung, Muslera masih bisa mengeblok tembakan bintang asal Portugal tersebut. Skor 1-0 untuk keunggulan Madrid pun bertahan hingga laga usai.  

Susunan pemain
Galatasaray: 25-Fernando Muslera; 27-Emmanuel Eboue, 21-Aurelien Chedjou, 13-Dany Nounkeu, 77-Albert Riera; 8-Selcuk Inan, 3-Felipe Mello, 50-Engin Baytar; 10-Wesley Sneijder: 11-Didier Drogba, 17-Burak Yilmaz
Pelatih: Fatih Terim

Real Madrid: 1-Iker Casillas (Diego Lopez 14); 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 17-Arbeloa, 15-Daniel Carvajal; 19-Luka Modrid, 6-Sami Khedira, 22-Angel Di Maria, 23-Isco, 7-Cristiano Ronaldo; 9-Karim Benzema



Tak Kampanye, Seriuskah Dahlan Nyapres? [ BeritaTerkini ]

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tidak akan kampanye selama mengikuti kegiatan Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Sikap Dahlan itu menimbulkan pertanyaan, seriuskah Dahlan ingin menjadi presiden?

“Saya mengalir saja,” jawab Dahlan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/9/2013), ketika ditanya keseriusannya mengikuti Konvensi.

Dahlan mengaku bahwa tim suksesnya yang meminta dirinya tidak usah berkampanye. Para relawan, kata dia, yang bakal menyosialisasikan visi dan misinya menjadi capres.

Secara terpisah, Ketua Harian DPP Demokrat Syarief Hasan mengatakan, jika memang ingin menjadi presiden, sebaiknya Dahlan mengikuti kampanye. Untuk itu, jika serius, ia menyarankan Dahlan fokus di pencapresan dan mundur sebagai menteri.

Meski demikian, Syarief menyerahkan kembali kepada Dahlan. “Urusan dialah. Kita lihat aja nanti bagaimana,” kata dia.

Seperti diberitakan, Dahlan bakal bertarung dengan 10 tokoh lain yang menjadi peserta konvensi. Nantinya, Majelis Tinggi Demokrat akan menetapkan capres terpilih berdasarkan elektabilitas tertinggi.

Sebagian kandidat sudah mulai melakukan kampanye ke daerah untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Namun, bisa tidaknya capres terpilih didaftarkan ke KPU tergantung dari perolehan suara Demokrat di pemilu legislatif pada April 2014 .

Editor : Hindra Liauw

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Geliat Politik Jelang 2014
  • Konvensi Capres Demokrat 2013
  • Calon Presiden Pilihan Survei
  • Golkar: Akbar Tandjung Hanya Butuh Perhatian
  • Capres Golkar Bebas Tentukan Siapa yang Jadi Cawapres
  • Golkar Tetap “Pede” Pasang Target Lebih dari 30 Persen Suara
  • Kementerian PAN-RB: PNS yang Ikut Konvensi Demokrat Tak Harus Mundur
  • Ical Cuma Punya Waktu hingga Akhir 2013
  • Akbar Tandjung Kritik Golkar, Idrus Siap Beri Perlawanan
  • Pro Kontra Mobil Murah
  • Penembakan di Markas AL AS
  • Pencurian Emas di Museum
  • iPhone 5C dan 5S
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Raja Swaziland Segera Menikah untuk Ke-14 Kalinya
Kalla: Ridwan Kamil Tak Perlu Tiru Jokowi
6 Kriteria Karyawan yang Diincar Perusahaan
Basuki: Saya Tidak Keluhkan Cuti Gubernur
DKI Cabut SK Gubernur tentang Uang Kerahiman



Akbar Tandjung: Dana Logistik Golkar Belum Ada Geregetnya [ BeritaTerkini ]


JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan pengumpulan dana logistik partainya kini terkesan kurang “greget”. Pasalnya, menurut Akbar, banyak pengurus daerah tingkat II Partai Golkar yang mengeluhkan persoalan logistik mesin partai jelang pemilu.

“Sampai sekarang belum ada gregetnya soal dana logistik, belum ada dukungan ke daerah. Saya, belum lihat secara langsung ada persiapan logistik,” ujar Akbar di kediaman rumahnya, Selasa (17/9/2013).

Akbar membandingkan kondisi Partai Golkar saat ini dengan Golkar saat dipimpinnya pada dulu. Ia menuturkan, saat memimpin Golkar, partai itu sudah menyiapkan dana logistik sekitar satu tahun sebelum pemilu.

Namun, dalam kepemimpinan Aburizal Bakrie saat ini, Akbar tidak melihat adanya penggalangan dana itu. Ia justru menerima sejumlah ketidakpuasan yang disampaikan pengurus daerah tingkat II.

“Daerah itu berharap juga mendapatkan bantuan dari DPP. Tapi mereka menyampaikan ke saya apa yang dijanjikan Ketua Umum (Aburizal) tidak sesuai kenyataannya,” ucap Akbar.

Dia mengatakan pengurus daerah menceritakan bahwa Ical menjanjikan sejumlah dana bantuan operasional kepada pengurus daerah. Dana itu akan dimanfaatkan untuk pemenangan Partai Golkar dalam pemilihan legislatif seperti pembuatan atribut kampanye hingga pembiayaan saksi.

“Setiap kali saya turun ke daerah, mereka selalu tanya kapan kita dapat ini itu,” tutur Akbar.

Golkar krisis finasial?

Tidak dibayarkannya sejumlah dana operasional ke pengurus daerah Partai Golkar sempat membuat kabar miring bahwa partai berlambang pohon Beringin itu tengah dilanda korupsi. Namun, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal “Ical” Bakrie segera menampik kabar itu.

“Bangkrut? Golkar kok bangkrut. Kasihan amat. Partai yang lain aja. Kalau Golkar bangkrut, mereka lebih bangkrut duluan,” ujar Ical, seusai Silaturahim Kebangsaan Partai Golkar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (27/8/2013) malam.

Ical mengatakan, dana bantuan bagi DPD Partai Golkar itu sebenarnya dibayarkan setiap enam bulan.

“Jadi orang yang enggak ngerti seperti kalian ini, setiap enam bulan. Masa (buat) acara ini (silaturahim kebangsaan) aja bisa kok,” ujar Ical.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Geliat Politik Jelang 2014
  • Suksesi 2014
  • PDI-P: Kami Justru Salut kepada Pak Basuki…
  • Yani: Tak Mungkin Poros Tengah Tanpa PPP
  • Akbar Tanjung: Siapa Bilang Pencapresan Ical Harga Mati?
  • Akbar Tandjung: Golkar, Waspadai Pergerakan PDI-P
  • Gede Pasek: SBY adalah Guru Politik Saya, Anas Guru Ormas Saya
  • PPP: Poros Tengah Jilid II Hanya Wacana
  • DPR: Siaran Konvensi Capres Demokrat di TVRI Langgar Aturan
  • Pro Kontra Mobil Murah
  • Penembakan di Markas AL AS
  • Pencurian Emas di Museum
  • iPhone 5C dan 5S
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Gubernur Bangkok Singgung Macet Jakarta di Depan Jokowi
Kalla: Ridwan Kamil Tak Perlu Tiru Jokowi
Tjahjo: Kalau DPR Korup, yang Lain Juga Pasti Korup!
Basuki: Saya Tidak Keluhkan Cuti Gubernur
DKI Cabut SK Gubernur tentang Uang Kerahiman



Senin, 16 September 2013

Sehari, Bupati Tasik Habiskan Rp 902 Juta [ BeritaTerkini ]

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan biaya perjalanan dinas Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, dalam sehari menghabiskan biaya Rp 902 juta.

Anggaran itu digunakan pasangan kepala daerah untuk biaya penginapan, makan minum, dan perjalanan dinas ke pemerintah pusat di Jakarta serta pemerintah provinsi Jawa Barat di Bandung.

Terungkap dalam laporan hasil pemeriksaan BPK, dari realisasi jumlah anggaran itu, sebanyak Rp 119 juta tak didukung bukti laporan pertanggungjawaban. Dari seluruh penggunaan anggaran tahun 2012, diketahui pasangan kepala daerah ini telah menghabiskan anggaran untuk perjalanan dinas sebesar Rp 1,6 miliar.

Menanggapi temuan BPK ini, Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Tasikmalaya Wawan Sofandi, mengaku telah ada kesalahan administrasi. Namun, informasi jumlah penggunaan anggaran itu tak dibantahnya.

“Saya selaku kuasa pengguna anggaran, mengakui ada kesalahan penafsiran dalam aturan memberikan biaya. Atas temuan itu kami langsung memperbaikinya,” kata Wawan, Selasa (17/9/2013).

Dengan adanya temuan ini, Wawan mengaku menjadi pelajaran penting dalam membuat sebuah laporan. Pihaknya pun ke depan akan lebih berhati-hati dalam pembuatan administrasi. “Kami benar-benar dituntut untuk tertib administrasi untuk mewujudkan clean and good governance,” ujar Wawan.

Sementara itu, sampai sekarang belum ada keterangan lanjutan dari BPK terkait penemuan ini. Bupati Tasikmalaya pun saat akan dikonfirmasi melalui ponsel pribadinya belum memberikan tanggapan. 

Editor : Glori K. Wadrianto

  • Pro Kontra Mobil Murah
  • Penembakan di Markas AL AS
  • Pencurian Emas di Museum
  • iPhone 5C dan 5S
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Pedagang Blok G: Sejak Diresmikan Jokowi, Saya Baru Jual Tiga Baju
Sehari, Bupati Tasik Habiskan Rp 902 Juta
Pertarungan Dua Jenderal di Konvensi Capres Demokrat
Dituding Sering Korupsi, Polri Akan Ajak KPK Diskusi
PDI-P Tak Khawatir dengan “Curhat” Basuki Terkait Jokowi



Dinas Rahasia AS: Hanya Lemparan Kembang Api ke Gedung Putih [ BeritaTerkini ]

WASHINGTON, KOMPAS.com – Di tengah ketegangan setelah serangkaian tembakan di pangkalan Angkatan Laut Amerika, Senin (16/9/2013), seorang pria malah melemparkan kembang api ke Gedung Putih. Padahal pengamanan kantor sekaligus kediaman Presiden Amerika ini dijaga ketat seusai insiden penembakan yang menewaskan 13 orang pada Senin pagi itu.

Informasi soal pelemparan kembang api dirilis oleh Dinas Rahasia Amerika, institusi yang bertanggung jawab atas keamanan petinggi negara itu. Tak berselang lama setelah pelemparan kembang api, seorang petugas Gedung Putih yang berseragam memerintahkan para wartawan untuk masuk ke gedung.

Dengan kewaspadaan tinggi di Gedung Putih setelah penembakan di pangkalan AL, lemparan kembang api ini pun mendapat respons cepat dari publik. Beberapa orang bahkan mengunggah melalui akun Twitter, ada tembakan terdengar di Gedung Putih. “Tidak ada tembakan ke Gedung Putih,” tegas juru bicara Agen Rahasia AS, Ed Donovan.

Lokasi pangkalan AL yang pada Senin pagi berhadapan dengan rentetan tembakan dan menewaskan 13 orang, berada tak lebih dari 3 kilometer dari kawasan utama pemerintahan Amerika, termasuk Gedung Putih dan Gedung Senat. Penembakan itu telah mengakibatkan kantor-kantor utama pemerintahan ini ditutup, demikian pula sekolah di kawasan tersebut. Penerbangan melalui Bandara Reagen juga ditunda, sementara pertandingan bisbol dibatalkan.

Sumber : Reuters  |  Antara

Editor : Palupi Annisa Auliani

  • Penembakan Washington Dikhawatirkan Tewaskan Beberapa Orang
  • Penembakan di Markas AL Amerika, 12 Tewas
  • Penembakan di Kompleks AL Amerika, Polisi Buru Pelaku Berseragam Militer
  • Penembakan di Kompleks AL Amerika, Senat Dikunci dan Pertandingan Bisbol Ditunda
  • FBI Identifikasi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS
  • Pro Kontra Mobil Murah
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki: Kenapa Enggak Sekalian Tanya Harga Cincinnya?
Siswa Ini Bertaruh Nyawa di Jembatan Gantung Tua
Eko Mulyadi, Penggerak Perubahan “Kampung Idiot”
Kaka Minta Milan Tak Bayar Gajinya
Dikritik Siarkan Konvensi Demokrat, Ini Jawaban TVRI



Minggu, 15 September 2013

Mempertanyakan Janji KPK Menahan Andi Mallarangeng [ BeritaTerkini ]


JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga Senin (16/9/2013), Komisi Pemberantasan Korupsi belum juga menahan tersangka kedua kasus dugaan korupsi Hambalang, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Padahal, KPK berjanji akan segera menahan tersangka Hambalang begitu menerima hasil perhitungan kerugian negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kini, BPK telah menyelesaikan hasil perhitungannya dan menyerahkannya kepada KPK awal September lalu. Dengan demikian, sedianya tak ada lagi alasan bagi KPK untuk belum menahan Andi.

Ketua KPK Abraham Samad pun mengungkapkan akan segera menahan tersangka-tersangka Hambalang. Saat menerima hasil perhitungan kerugian negara dari BPK pada 4 September 2013, Abraham bahkan berkata bahwa penahanan Andi akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan kita akan melakukan langkah-langkah lebih progresif termasuk penahanan,” kata Abraham ketika itu.

Namun, sudah hampir dua minggu berlalu namun KPK belum juga menahan Andi. Pada Minggu (15/9/2013), Juru Bicara KPK Johan Budi menegaskan bahwa pihaknya belum mengirimkan surat panggilan pemeriksaan kepada Andi. Surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka ini bisa menjadi sinyal penahanan seorang tersangka.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu Hambalang di Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5/2012). Proyek senilai Rp 1,175 triliun tersebut menghadapi beberapa persoalan antara lain amblesnya tanah di area Power House III dan fondasi lapangan bulu tangkis seluas 1.000 meter persegi periode Desember 2011. Selain itu proyek ini kini tengah didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi perihal dugaan suap oleh anggota DPR.


Seperti diketahui, KPK kerap menahan seseorang seusai pemeriksaan yang bersangkutan sebagai tersangka.

“Belum ada surat dikirim,” kata Johan.

Sebelumnya Johan juga mengungkapkan, KPK belum menjadwalkan pemeriksaan Andi sebagai tersangka karena masih mendalami informasi baru yang diperoleh melalui pemeriksaan para saksi.

Pendalaman informasi baru tersebut, menurut Johan, dilakukan dalam mengembangkan penyidikan Hambalang dan melengkapi berkas perkara Andi agar dapat ditingkatkan ke tahap penuntutan.

“Pengusutan kasus-kasus kan ada hal-hal baru yang sedang dikembangkan. Bisa jadi pemeriksaan saksi-saksi di luar pemeriksaan tersangka, karena adanya informasi-informasi baru yang perlu didalami dulu oleh KPK, tapi yang pasti belum ada panggilan ke Andi. Biasanya kan tiga-empat hari setelah panggilan, berarti besok tidak ada pemeriksaan,” tutur Johan (12/9/2013).

KPK gamang

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat I Gede Pasek Suardika menilai KPK gamang karena tidak menyegerakan proses hukum terhadap seseorang yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Pasek menilai, jika memang alat bukti untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka itu sudah cukup, sedianya KPK bisa mempercepat proses hukum kasus yang disidiknya.

“Berarti KPK gamang dengan apa yang sudah diputuskan. Kan kalau berpikir orang jadi tersangka itu karena sudah cukup dua alat bukti, sudah kuat untuk orang menjadi tersangka. Kalau sudah kuat, buat apa nunggu ini itu? harusnya masuk proses pengadilan dong,” kata Pasek di Jakarta, Minggu.

Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho menilai penting penahanan terhadap Andi dalam menuntaskan kasus Hambalang. Jika kasus ini tidak segera dituntaskan, menurut Emerson, hal itu justru akan menyandera KPK.

KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan perhitungan kerugian negara terkait hambalang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/9/2013).


“Apalagi kasus ini adalah kasus korupsi yang libatkan aktor-aktor dari eksekutif, legislatif dan yudikatif serta partai politik,” ujar Emerson.

Dia juga menilai penahanan Andi dapat menjadi stimulus untuk penyelesaian perkara tersangka lainnya. Peneliti ICW lainnya, Tama S Langkun menyampaikan pendapat senada. Dia mengatakan, tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda-nunda penanganan perkara Hambalang setelah mendapatkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPK, terutama, perkara yang perbuatan tersangkanya diduga menimbulkan kerugian negara.

“Jika benar audit PKN yg diminta KPK kepada BPK sudah diberikan. Maka tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda-nunda penanganan perkara hambalang,” kata Tama.

KPK menetapkan Andi sebagai tersangka sekitar Desember 2012. Selaku Menpora, Andi diduga melakukan penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama sehingga mengakibatkan kerugian negara.

Perbuatan itu diduga dilakukan Andi bersama Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta mantan pejabat PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor. Sejauh ini, baru Deddy yang ditahan KPK.

Selain menetapkan ketiganya sebagai tersangka, KPK menyidik kasus lain Hambalang yang diduga melibatkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat,  Anas Urbaningrum. Berbeda dengan Andi, Deddy, dan Teuku Bagus, Anas disangka menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Editor : Caroline Damanik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang
  • Dirikan Ormas, Anas Bantah Pakai Dana Korupsi
  • Anas: Tak Ada Nama Saya di Audit Hambalang
  • BAKN Ajukan Tiga Rekomendasi Terkait Kasus Hambalang
  • Dipastikan, Esok Andi Mallarangeng Tak Ditahan KPK
  • KPK Perpanjang Masa Penahanan Deddy Kusdinar
  • Kirim Wasit ke Korea, Kemenpora Disebut Terima Rp 500 Juta dari PT Adhi Karya
  • KPK: Penahanan Andi Mallarangeng? Sabar…
  • Pro Kontra Mobil Murah
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
Merosot Rp 3,3 Triliun, Bill Gates Tetap Terkaya Sedunia
Tips Hadapi Petugas Imigrasi di Bandara dan Perbatasan
Demokrat: SBY Tak Hadir agar Peserta Konvensi Bebas Berekspresi



Anggaran Negara Untuk Gaji PNS Naik 3 Kali Lipat [ BeritaTerkini ]

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Indonesia (Fitra) menilai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 tidak akan mampu meredam persoalan ekonomi terkini. Sebab anggaran negara untuk belanja modal sangat minim.

Koordinator Advokasi Seknas Fitra Maulana mengatakan, postur APBN 2014 masih mengutamakan kepentingan birokrasi. Dalam catatannya, belanja modal yang memiliki kontribusi pada pertumbuhan ekonomi hanya meningkat Rp 13 triliun atau 7 persen menjadi Rp 205,8 triliun. Sedangkan belanja pegawai pada 2014 mencapai Rp 276,6 triliun atau meningkat hingga Rp 43,5 triliun.

Kenaikan belanja pegawai ini seiring dengan perekrutan calon pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah mulai dilakukan tahun ini hingga mencapai 60.000 orang PNS.

“Berarti anggaran belanja pegawai naik tiga kali lipat dibanding peningkatan belanja modal. Ini tidak seimbang, dengan kondisi Indonesia yang sedang krisis ini kok malah belanja pegawai yang ditingkatkan,” kata Maulana saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

Padahal, sebut Maulana, belanja pegawai ini justru tidak terlalu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Sebab dengan kenaikan belanja pegawai ini justru akan mendorong peningkatan inflasi karena ada kenaikan konsumsi masyarakat, dibanding produksi.

Di sisi lain, saat ini inflasi sedang dalam kondisi tinggi baik karena gejolak makanan ataupun ada kenaikan harga barang komoditas lain yang bisa memicu kenaikan inflasi. “Dengan kenaikan belanja pegawai dibanding belanja modal ini akan menjadi beban baru bagi APBN di 2014. Padahal APBN 2014 ini bisa menjadi cerminan salah satu instrumen ekonomi yang bisa digunakan,” tambahnya.

Maulana menilai kondisi ini bisa menyebabkan APBN 2014 justru gagal untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia.

Editor : Erlangga Djumena

  • Ditjen Pajak Tambah Pegawai untuk Tambah Penerimaan
  • Kemenkeu Buka Penerimaan CPNS 2013
  • Ini Daftar Lowongan PNS Pekan Ini
  • Tahun Depan, Sistem Honorarium PNS Dihapus
  • Wapres: Jangan Ada Titipan Calon PNS
  • Penembakan Polisi
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum Nasional
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
10 Olahraga Ini Bantu Cegah Kanker
Gerindra: Jokowi Itu Murid Prabowo
Demokrat: Dana Konvensi Halal dan Sah!



Fiorentina Kehilangan Gomez Sebulan [ BeritaTerkini ]

FIRENZE, KOMPAS.com - Striker Fiorentina Mario Gomez harus menepi selama sebulan untuk memulihkan cedera pada lututnya. Demikian konfirmasi dari Kepala Tim Dokter Fioretina, Manzuoli.

Cedera tersebut didapat Gomez seusai membela Fiorentina ketika bermain imbang 1-1 dengan Cagliari pada lanjutan Serie-A, Sabtu (14/9/2013). Ia ditarik keluar oleh pelatih Vincenzo Montella pada menit ke-51.

“Bagi Gomez itu adalah trauma yang akan memiliki dampak selama beberapa pekan ke depan” ujar Manzuoli.

“Jelas semuanya akan dievaluasi dengan tes yang lebih rinci Senin (16/9/2013) besok. Tetapi, dari hasil pengamatan pertama dia akan absen setidaknya selama tiga atau empat pekan. Jika lebih serius mungkin akan mencapai enam pekan,” tambahnya.

Selain Gomez, gelandang Juan Cuadrado juga mengalami cedera dislokasi bahu pada pertandingan tersebut. Namun, Manzuoli optimistis proses pemulihan cedera tersebut tidak akan memakan waktu lama.

“Dia akan kembali dalam dua pekan ke depan. Mungkin bisa lebih cepat. Cedera itu akan menyebabkan rasa sakit pada bahunya. Tetapi, tidak akan butuh waktu lama untuk sembuh,” jelasnya.



Korban Tewas dalam Ledakan Ketel Uap Jadi 2 Orang [ BeritaTerkini ]

MADIUN, KOMPAS.com – Korban tewas dalam insiden meledaknya, ketel uap (evaporator) Pabrik Gula (PG) Rejosari, Gorang-Gareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Minggu (15/9/2013) bertambah menjadi dua orang.

Kedua korban tewas itu adalah Sujarwo (30) warga Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi dan Warsono (52) warga Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Kedua korban tewas karena kekurangan cairan lantaran mengalami luka bakar 90 persen di sekujur tubuhnya.

Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Anastesi RSUP dr Soedono Madiun, dr M Hafidin Ilham yang menangani para korban. 

Korban yang dirujuk ke RSU Lavalet, Malang Sujarwo meninggal saat perjalanan sampai di Kota Batu. Sedangkan yang dirujuk ke RSUP dr Soeotomo, Surabaya, Warsono meninggal saat sampai di rumah sakit.

“Pemicu korban tak bisa diselamatkan karena luka bakarnya mencapai 90 persen itu. Korban kekurangan cairan di dalam tubuhnya,” kata Ilham.

Ilham mengungkapkan, Sujarwo meninggal sekitar pukul 17.30 WIB dan korban lainnya, Warsono meninggal sekitar pukul 18.10 WIB. “Keduanya belum sempat menjalani perawatan di kedua rumah sakit yang menjadi rujukan kami,” ungkap Ilham.

Sebelumnya, lima korban luka berat yang dirawat RSUP dr Soedono Madiun dan akhirnya dirujuk itu, tiga orang korban dirujuk ke RSUP dr Seotomo, Surabaya yakni Kuswanto (32) warga Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Warsono (52) Desa/Kecamatan Kawedanan, dan Parlan (31) Dea Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

Sedangkan dua korban yang bakal dirujuk ke RSU Lavalet, Malang yakni Wagimin (47) warga Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi dan Sujarwo (30) Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan pekerja Pabrik Gula (PG) Rejosari luka bakar terkena percikan api dan air dari uap yang meledak minggu dinihari.
 

Editor : Glori K. Wadrianto

  • Ketel Uap Meledak, 1 Tewas 8 Luka Bakar
  • Penembakan Polisi
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum Nasional
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
10 Olahraga Ini Bantu Cegah Kanker
Gerindra: Jokowi Itu Murid Prabowo
Demokrat: Dana Konvensi Halal dan Sah!



Ketel Uap Meledak, 1 Tewas 8 Luka Bakar [ BeritaTerkini ]

MADIUN, KOMPAS.com – Sembilan pekerja Pabrik Gula (PG) Rejosari, Gorang-Gareng, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan mengalami luka berat luka bakar di sekujur tubuhnya. Mereka diduga terkena percikan api dan air dari ketel uap PG Rejosari yang meledak, Minggu (15/9/2013) dini hari.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 00.00 WIB. Sembilan pekerja itu sibuk bekerja di sekitar unit penguapan. Tiba-tiba ketel uap (evaporator) meledak. Akibatnya, uap dan cairan panas yang ada di dalam ketel itu menimpa para pekerja itu.

Tak berselang lama, seorang korban luka berat, Muhammad Sony Setiawan (33) warga RT 24, RW 03, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun tewas. Sedangkan korban luka berat dan ringan lain sempat dirawat di klinik PG Rejosari, sebelum dilarikan ke RSUP dr Soedono Madiun.

Sebanyak lima korban luka berat adalah Kuswanto (32) warga Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Warsono (52) warga Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Parlan (31) warga Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Wagimin (47) warga Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi, serta Sujarwo (30) warga Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi.

Kelima korban luka berat ini dirawat khusus di ruang Combustio, Irna Wijaya Kusuma, RSUP dr Seodono Madiun. Rencananya, para korban bakal dikirim ke Surabaya dan Malang untuk mendapatkan perawatan khusus.

“Mereka akan dirujuk ke Surabaya dan Malang karena membutuhkan perawatan khusus. Luka bakar dari lima korban luka berat akibat ledakan ketel uap itu hampir 90 persen semua. Mereka kekurangan cairan 20 liter atau sekitar 40 persen dari berat badannya,” kata dokter spesialis anastesi, dr M Hafidin Ilham Sp An yang menangani para korban Minggu (15/9/2013).

Korban luka ringan antara 10 sampai 15 persen di sekujur tubuhnya yakni Suroto (33) warga Kelurahan Sampung, Kecamatan Kawedanan, Darto (39) warga Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, serta Mulyanto (54) warga Desa Mojorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

“Untuk korban luka ringan, sudah diperbolehkan pulang dan diwajibkan rawat jalan. Karena kondisi mereka tak separah lima korban lainnya yang membutuhkan restitusi cairan selama delapan jam sejak mengalami luka bakar itu,” ujar Ilham.

Editor : Glori K. Wadrianto

  • Pabrik Tahu Meledak, Seorang Tewas Terbelah
  • Ketel Tahu Meledak, Seorang Tewas
  • Penembakan Polisi
  • Geliat Pembangunan Depok
  • Pencurian Emas di Museum Nasional
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
Basuki Punya Empat Pulau di Belitung
Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit
Microsoft Bersedia “Tampung” iPad Bekas
Gerindra: Jokowi Itu Murid Prabowo
Demokrat: Dana Konvensi Halal dan Sah!